FORECASTING DAN ANALISIS PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KABUPATEN LINGGA TAHUN 2021
Kabupaten Lingga, merupakan salah satu wilayah Kabupaten yang terdapat di Provinsi Kepulauan Riau. Kabupaten Lingga secara administratif terbentuk melalui Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Lingga Di Provinsi Kepulauan Riau dan merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Kepulauan Riau yang melakukan pemekaran dari daerah Kabupaten Kepulauan Riau (merupakan salah satu wilayah adminstratif dari Provinsi Sumatera Tengah yang dalam perkembangannya wilayah Kabupaten Kepulauan Riau ini berganti dengan Kabupaten Bintan). Berdasarkan konsideran menimbang dari UU Lingga tersebut disampaikan bahwa pembentukan Kabupaten Lingga dilakukan sebagai wujud peningkatan pelayanan kepada masyarakat di bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.[1] Letak Kabupaen Lingga sangat strategis karena berdekatan dengan Batam dan Bintan serta berbatasan langsung dengan Provinsi Jambi dan Bangka Belitung.
Perhitungan
Forecasting Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lingga Tahun 2021 dengan
metode Exponential Smoothing Periode 5 tahun:
Berdasarkan data dari website Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia tentang Peraturan Daerah Kabupaten Lingga tahun 2016-2020 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lingga, dan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lingga, didapat data Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lingga Tahun 2016 sampai 2020 sebagai berikut:
|
NO |
TAHUN |
PAD |
|
1 |
2016 |
Rp21.017.262.864,00[2] |
|
2 |
2017 |
Rp23.181.345.720.00
[3] |
|
3 |
2018 |
Rp27.838.914.144,00[4] |
|
4 |
2019 |
Rp27.616.576.366,00[5] |
|
5 |
2020 |
Rp39.422.540.000,00[6] |
Perhitungan forecasting:
1. Penggunaan data PAD
tahun annggaran: 2016, 2017, 2018, 2019, dan 2020.
2. Penentuan bobot:
Bobot
40% atau 0,4 untuk PAD 2020
bobot
60% atau 0,6 untuk PAD 2016 - 2019
3. Prediksi PAD tahun
anggaran 2021:
0,4 (39.422.540.000,00) + 0,6
{(27.616.576.366,00 + 27.838.914.144,00 + 23.181.345.720.00 + 21.017.262.864,00
): 4}
=
15.769.016.000 + 14.948.114.864,1 = 30.717.130.864.1
Artinya
prakiraan PAD tahun anggaran 2021 adalah Rp30.717.130.864,-
AnalisisPendapatan Asli
Daeah (PAD) Kabupaten Lingga
Dikutip dari laman kumparan.com
Kabupaten Lingga merupakan daerah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terendah di Provinsi Kepulauan Riau dengan
hanya memiliki PAD sebesar Rp39,420 Miliar. Berbeda jauh dengan Kota Batam yang
merupakan daerah dengan PAD tertinggi di Provinsi Kepuluan Raiau yaitu sebesar
Rp702,4 Miliar.[7]
Sebenarnya berdasarkan data
eksisting dari laman pemerintah kabupaten lingga, kondisi geografis kabupaten
lingga yaitu memiliki 95% wilayah laut
(43.273,15 km2), kabupaten lingga sangat berpotensi untuk menjadi
poros maritim di Indonesia khususnya provinsi kepulauan riau. Hal ini dapat
terjadi jika sumber daya alam kelautan yang tersedia di Kabupaten Lingga olah
secara optimal. Nyatanya, sampai saat ini produk maritim di kabupaten lingga
masih belum diolah dengan baik, sehingga belum bisa menambah PAD daerah tersebut.
Masyarakat hanya mengharapkan hasil
laut dengan menggunakan metode penangkapan ikan secara tradisional. Tentunya
hal tersebut sangat tidak efektif dan efisien. Pemerintah seharusnya
mengedukasi dan memfasilitasi masyarakat kususnya yang berprofesi sebagai
nelayan menggunakan cara penaangkapan ikan modern yang lebih efektif dan
efisien.
Menurut saya beberapa cara lain yang
dapat dilakukan adalah mengoptimalkan pengolahan garam atau membuat pabrik
garam. Hal ini dapat menambah kas daerah karena banyaknya pulau yang ada di
Kabupaten Lingga membuat Kabupaten Lingga memiliki garis pantai yang sangat
panjang. jika kondisi tersebut dimanfaatkan untuk dijadikan tempat pengolahan
garam, akan sangat bermanfaat guna menambah kas daerah Kabupaten Lingga.
Selain itu, pemerintah juga dapat
meningkatkan potensi pariwisata bahari. Saat ini banyak keindahan alam
Kabupaten Lingga yang belum terekspos. Hal tersebut karena kurangnya promosi.
Hal lain yang juga mempengaruhi adalah sulitnya akses menuju lokasi wisata. Seharusnya
pemerintah dapat lebih gencar melakukan promosi pariwisata, memperbaiki sarana
dan prasarana pariwisata terutama akses menuju lokasi.
Selain memiliki sumber daya laut,
pemerintah kabupaten lingga beberapa tahun terakhir tengah mencoba peruntungan dibidang
agraria. Hal ini dibuktikan dengan program pemerintah untuk menjadikan
Kabupaten Lingga menjadi lumbung pangan seperti yang dijalskan di website
kementerian keuangan.[8]. Program cetak
sawah sudat terlaksana. Hasilnya beberapa sudah berhasil panen besar beberapa
kali, namun hal tersebut juga belum bisa memperbaiuki kondisi kas daerah
Kabupaten Lingga. Menurut saya hal tersebut terjadi karena banyak ya kasus
korupsi, kolusi dan nepotisme dalam setiap program pemerintah Kabupaten Lingga.
Di awal tahun 2021 ini, pemerintah
kabupaten lingga mulai berbenah diri dalam mengelola sumber daya yang dimiliki
guna memperbaiki kas daerahnya. Beberapa upaya yang dilakukan pemerintah antara
lain, membangun pabrik pakan ikan, membangun pabrik air minum dalam kemasan
serta membangun perguruan tinggi politeknik lingga, seperti yang dikutip di
laman bisnis.com.[9]
Kabupaten Lingga sebenarnya memiliki
banyak potensi yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerahnya. Potensi
tersebut terdapat dibidang sumber daya kelautan, pariwisata dan agrarian. Namun
kurangnya inovasi, pengelolaan yang baik serta edukasi terhadap masyarakat,
membuat potensi-potensi tersebut hanya sekedar potensi tanpa pengaruh yang baik
dan menjadikan tetap PAD Kabupaten Lingga terburuk se Provinsi Kepulauan Riau.
DAFTAR
PUSTAKA
[1] wisnu
kurniawan, “ANALISA YURIDIS DAMPAK LAYANAN PEMERINTAHAN TERHADAP KONSISTENSI
PELAKSANAAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI
PERANGKAT DAERAH DI LINGGA,” J. Cahaya Keadilan, vol. Vol 3. No., no.
ISSN: 2339-1693, pp. 51–63, 2017.
[2] R.
F. Statistics, “Statistik keuangan daerah,” pp. 1–70, 2016.
[3] “APBD
LINGGA 2017.pdf.” .
[4] “APBD
LINGGA 2018.pdf.” .
[5] “APBD
LINGGA 2019.pdf.” .
[6] “APBD
LINGGA 2020.pdf.” .
[7] Kepripedia,
“Infografis: APBD 2020 se-Kepulauan Riau,” Kumparan.com, 2020.
https://kumparan.com/kepripedia/infografis-apbd-2020-se-kepulauan-riau-1sMm6CRShPh/full
(accessed May 01, 2021).
[8] Kementerin
Pertanian Republik Indonesia, “Mentan Garap Tuntas Padi di Kabupaten Lingga,” pertanian.go.id,
2018. https://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=1746
(accessed May 02, 2021).
[9] Thomas
Mola, “Kabupaten Lingga Siap Resmikan Pabrik Pakan, Air Minum &
Politeknik,” Bisnis.com, 2021.
https://ekonomi.bisnis.com/read/20210115/99/1343536/kabupaten-lingga-siap-resmikan-pabrik-pakan-air-minum-politeknik
(accessed May 01, 2021).

Komentar
Posting Komentar