CERITA SINGKAT LOMBA PEMILIHAN PELOPOR TATA RUANG KEPRI 2016
Lomba pemilihan Pelopor Penataan
Ruang kepri tahun 2016 di adakan di Hotel Bintan Agro Beach Resort, Kabupaten
Bintan, Kepulauan Riau dimulai pada tanggal 30 agustus sampai 2 september
2016.kegiatan lomba tersebut diikuti oleh beberapa kabupaten/kota yang ada di
Provinsi Kepulauan Riau, yaitu Kota Batam, Kota Tanjung Pinang, Kabupaten
Bintan, Kabupaten Karimun, dan Kabupaten Lingga. Sayangnya, 2 kabupaten di
Provinsi kepulauan Riau yaitu Kabupaten Natuna dan Kabupaten Anambas tidak bisa
mengutus perwakilannya di karenakan jarak yang jauh dan keterbatasan biaya.
Lomba tersebut diikuti sebanyak 50 pelajar dari 25 SMA/SMK yang telah dipilih.
Setiap sekolah mengutus 2 orang perwakilan. Dari Kota Batam ada 5 sekolah yang
mengirim perwakilannya. Kota Tanjung Pinang 6 sekolah, Kabupaten Bintan 5
sekolah, Kabupaten Karimun 5 sekolah dan Kabupaten Lingga 4 sekolah.
Sekolah
yang mewakili Kabupaten Lingga dalam ajang tersebut yaitu SMAN 1 Singkep, SMAN
2 Singkep, SMKN 1 Singkep dan SMAN 2 Lingga. Setiap sekolah mengutus 2 orang
perwakilan, jadi ada 8 orang yang mewakili Kabupaten Lingga dalam ajang
tersebut. Alhamdulillah saya bisa mewakili sekolah bersama teman saya Siti
Hannah dalam ajang tersebut.
Pemilihan
Pelopor Penataan Ruang Kepri 2016 sangat seru dan menarik yang mungkin sangat
berbeda dengan perlombaan-perlombaan lain, karena banyak kegiatan outbond dan
jalan-jalan yang membuatnya seru dan menarik. Pada hari pertama setelah sampai
di hotel kira-kira jam 1 siang, seluruh peserta melakukan regristrasi
dilanjutkan dengan makan siang. Setelah makan siang, peserta di persilahkan
menuju kamar masing-masing sekitar 15 menit untuk mengganti baju. Setelah
mengganti baju menggunakan seragam sekolah putih abu-abu, peserta lomba menuju
ke Ball-Room untuk menghadiri acara pembukaan Perlombaan tersebut. pembukaan
tersebut berlangsung sangat singkat, kira-kira hanya sekitar 45 menit. Setelah
itu, peserta di persilahkan menuju kamar masing-masing untuk berganti baju
lagi. Kali ini menggunakan baju bebas (kaos oblong+celana olah raga) kira-kira
selama 15 menit. Setelah berganti baju, seluruh peserta berkumpul di pantai di
depan hotel untuk melakukan praktek team Building (outbond) seluruh peserta di
bagi menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok beranggotakan 10 orang yang
berasal dari berbagai daerah, yang membuat seluruh peserta menjadi saling
mengenal. Kelompok tersebut juga yang nantinya menjadi kelompok dalam seleksi
lomba. Setiap kelompok saling berkompetisi untuk menjadi kelompok yang terbaik
dalam berbagai permainan outbond yang sangat seru yang makin menambah keakraban
antar peserta. Akhirnya kelompok saya menjadi juara ke-2 dalam perlombaan
tersebut.
Setelah puas bermain main, kira-kira pukul
17:30, seluruh peserta dipersilahkan kembali ke kamar masing-masing untuk
beristirahat. Pada pukul 7 malam, seluruh peserta menuju ke Ball-Room untuk
mendengarkan materi tentang Penataan Ruang dan pembacaan tata cara babak
penyisihan dalam lomba tersebut. babak penyisihan dilakukan dengan cara setiap
kelompok diberikan sub-tema yang berbeda, tugas para peserta yaitu
mengembangkan sub-tema yang diberikan untuk di presentasikan kepada dewan juri.
Pada saat itu, kelompok saya mendapatkan sub-tema “Menata ruang dengan
karakteristik kepulauan”. Nantinya, setiap kelompok akan dipilih 3 orang
terbaik menjadi 15 besar yang berhak menuju ke babak Grand Final.
Setelah
acara selesai kira-kira sekitar pukul 10 malam, seluruh peserta dipersilahkan
untuk beristirahat di kamar masing-masing untuk lomba babak penyisihan pada
keesokan harinya. Malam itu menjadi malam yang sangat panjang dan sibuk, karena
masing-masing peserta termasuk saya sibuk mencari materi yang akan di
presentasikan besok. Bahkan ada beberapa peserta yang begadang untuk
mempersiapkan diri.
Keesokan
harinya, pukul 7 pagi seluruh peserta berkumpul di ruang makan untuk satapan.
Selesai sarapan, seluruh peserta berkumpul kembali di Ball-Room untuk mendengarkan
berbagai materi. Namun banyak peserta yang malah sibuk memprsiapkan diri untuk
lomba pada siang harinya. Setelah selesai mendengarkan materi kira-kira pukul
12 siang, seluruh peserta dipersilahkan untuk sholat dan makan siang. Setelah
sholat dan makan siang, seluruh peserta berkumpul kembali di Ball-Room untuk
kegiatan yang sangat dinanti-nantikan yaitu perlombaan babak penyisihan.
Masing-masing kelompok terdapat 1 orang juri yang akan menyeleksi dan akan
memilih 3 orang terbaik dari masing-masing kelompok. Para peserta sangat cemas
dan sibuk mempersiapkan diri degan do’a dan materi yang akan dipresentasikan.
Waktu yang ditunggu pun telah tiba, satu per
satu peserta dipanggil untuk memasuki ruangan dan mempresentasikan materi
nya empat mata di depan juri, hal yang
sangat menakutkan dan membuat grogi. Setelah selksi babk penyisihan berakhir,
para peserta termasuk saya sangat tidak sabar menunggu hasil selaksi babak
penyisihan.
Sambil menunggu juri merekap nilai, para
peserta dialihkan kepada kegiatan lain
yaitu pemilihan ketua dan wakil ketua angkatan. Masing-masing kelompok
mengusulkan satu nama yang akan dipilih menjadi ketua angkatan. Alhamdulillah
saya pun diusulkan dari kelompok untuk menjadi calon ketua angkatan. Jadi ada 5
calon ketua nagkatan yang akan menyampaikan visi dan misinya masing-masing.
Dengan waktu berfikir yang amat singkat, saya pun menyampaikan visi dan misi
saya. Setelah seluruh calon ketua angkatan membacakan visi dan misinya,
waktunya pemilihan, masing-masing peserta pun memilih pilihannya masing-masing.
Alhamdulillah, saya mendapatkan suara terbanyak ke-2 dan berhak menjadi wakil
ketua angkatan ke-5 pelopor penataan Ruang kepri, waktu itu yang menjadi ketua
angkatannya adalah teman saya Allysia shafira dari Kota Batam.
Setelah
selesai melakukan pemilihan ketua angkatan, waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba
yaitu pengumuman hasil seleksi babak penyisihan. Seluruh peserta terlihat pucat
dan cemas serta selalu berdoa mengharapkan hasil yang terbaik. Juri dari
masing-masing kelompok membacakan 3 nama terbaim dari setiap kelompok untuk
menuju kebabak Grand Final 15 besar. Dan Alhamdulillah, nama saya pun berada di
jajaran 15 orang terbaik. Waktu itu dari Kbupaten Lingga ada 4 orang yang masuk
ke babak 15 besar yaitu saya sendiri, rizky dari SMAN 2, Aulia dari SMAN 2 dan
teman satu sekolah saya sendiri yaitu Siti Hannah, hal yang cukup membanggakan
karena daerah terpencil bisa mebirimkan banyak utusan di babak grand final.
Kami pun sangat senang sekaligus gugup bisa masuk ke babak Grand Final.
Bapak Grand
Final dilaksanakan pada malam harinya, dengan waktu yang singkat hanya sekitar
2 jam, kami pun berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin. Babak Grand final
dikemas dengan cara yang sangat menarik. Yaitu seperti pemilihan putri
Indonesia. Dimana juri akan memberikan masing-masing finalis 2 pertantyaan.
pertanyaan pertama merupakan pertanyaan acak yang akan dipilih oleh
masing-masing finalis, yaitu mengenai wawasan penataan ruang. Dan pertanyaan
kedua adalah pertanyaan yang sama untuk seluruh finalis yaitu “Sebagai finalis
pelopor penataan ruang, apa yang dapat anda lakukan dalam penataan ruang di
kabupaten/kota anda masing-masing?”.
Dalam babak
Grand Final, pertama-tama seluruh finalis mengambil nomor undian untuk tampil.
Pada waktu itu saya mendapatkan nomor undian 2. Setelah mengambil nomor undian,
para finalis di sterilkan di dalam sebuah ruangan. Setelah itu satu persatu
finalis di panggil ke dalam Ball-Room untuk melaksanakan seleksi babak Grand
Final, yang disaksikan oleh seluruh peserta dan mentol di dalam Ball-Room.
Dengan rasa gugup saya pun berhasil menjawab seluruh pertanyaan yang diberikan
oleh juri. Setelah babak grand final selesai, kami para peserta di berikan
tugas oleh para mentor untuk menampilkan suatru persembahan dimalam penutupan
besok. Kami pun berdiskusi untuk menentukan penampilan apa yang ingin kami
persembahkan. Setelah 15 menit berdiskusi, akhirnya kami pun sepakay untuk
menampilkan pencak silat masal yang diiringi oleh pembacaan puisi. Setelah
sepakat, malam itu pun kami langsung latihan hingga larut malam untuk
mempersiapkan semuanya.
Keesokan
harinya di hari ke-3, kami mendapatkan kesempatan untuk study tour /kunjungan
lapangan di kawasan wisata lagoy, sebuah kawasan yang sangat terkenal bagi
turis internasional dan merupakan pintu masuk wisatawan dunia ke Indonesia.
Kami para peserta sangat senag karena bisa berkesempatan untuk “jalan-jalan”
dikawasan tersebut. kunjungan lapangan itu berlangsung dari pagi, hingga sore
hari.
Setelah
pulang dari kunjungan lapangan, kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat
karena merasa sangat letih. Malam harinya, adalah saat yang paling mendebarkan
dan paling ditunggu-tunggu yaitu malam penutupan sekaligus pengumuman pemenang
Pelopor Penataan Ruang Kepri tahun 2016. Setelah makan malam, seluruh peserta
langsung menuju ke pantai di mana acara penutupan berlangsung. Hal menarik pun
terjadi yaitu di malam penutupan, tidak seperti perlombaan pada umumnya yang
berada di ruangan in-door tetapi berada di tepi pantai lengkap dengan api
unggun yang Semakin menambah keseruan. Sebelum pengumuman hasil pemenang, kami
pun menampilkan pertunjukan yang kemi persiapkan dengan waktu yang sangat
singkat. Setelah selesai menampilkan pertunjukan, waktunya pengumuman pemenang.
Hal menarik pun kembali terjadi karena pengumuman kali ini tidak seperti
pengumuman lomba-lomba pada umumnya, dimana perwakilan dewan juri akan
membacakan hasil rapat dewan juri dan membacakan nama-nama pemenang. Kali ini
pengumuman pemenang di buat sangat menarik. Dimana para peserta yang berhasil
masuk ke babak grand final yaitu sebanyak 15 orang tadi disuruh berbaris
mengelilingi api unggun. Kemudian dewan juri akan memberikan sebuah amplop
kepada msing-masing finalis. Setelah itu, pembawa acara akan menghitung mundur
dari hitungan kesepuluh. Saat-saat tersebut adalah saat yang paling mendebarkan
bagi saya. Dan pada hitungan ke-satu seluruh finalis pun membuka amplop yang
telah diberikan tadi. Setelah membuka amplop saya sangat terkejut karena di
dalam amplop saya berisi gambar yang disertai tulisan “Hore Berhasil” saya dan
finalis lain sedikit bingung karena hanya ada 3 amplop yang memiliki isi gambar
yang disertai kata-kata tersebut. yaitu amplop saya, amplop sadam dari Karimun
dan amplop Allysia dari Batam. ternyata, finalis yang mendapatkan amplop berisi
gambar di sertai kata-kata tersebut, adalah para pemenang Pelopor Penataan
Ruang Kepri tahun 2016. Saya pun sangat senang dan langsung menangis karena
terharu. saya tidak menyangka bahwa seorang yang berasal dari kota kecil bisa
menjadi pemenang di perlombaan tersebut. yang lebih menggembirakan lagi bahwa
ketiga orang pemenang tersebut akan dibawa ke Jakarta untuk mengikuti kegiatan
tingkat Nasional. Saya pun merasa sangat senang sekali. Malam itu adalah malam
yang sangat menggembirakan dalam hidup saya.
Setelah
pengumuman, kami pun bernyanyi bersama dan bersalam-salaman, karena malam
tersebut merupakan malam perpisahan bagi kami semua. Hampir semua peserta
menangis karena sedih harus berpisah. Setelah acara penutupan selesai kami pun
kembali ke kamar untuk beristirahat karena pada keesokan harinya kami harus
pulang kembali ke daerah masing-masing.
= TAMAT=
Komentar
Posting Komentar