Makalah ilmiah al-quran MTQ ke VI Kabupaten lingga tahun 2016 di singkep barat

Oke, kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya dalam mengikuti lomba menuslis makalah ilmiah yaitu dalam serangkaian perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran tepatnya cabang musabaqah Makalah Ilmiah Al-quran. Kebetulan makalah yang saya bagikan kali ini adalah hasil karya pertama saya dan pengalam pertama dalam mengikuti perlombaan ini dan Alhamdulillah bisa pada saat itu (tahun 2016) bisa meraih juara ke-3 tingkat Kabupaten Lingga. Semoga bisa memginspirasi untuk menulis 😊 dan mohondoanya juga karna beberapa hari kedepan saya juga akan mengikuti perlombaam yang sama ubtuk tahun ini. Semoga bisa mendapatkan hasil yang terbaik 😊😊.baiklah, makalahnya kurang lebih seperti ini:



ETOS KERJA DALAM KONSEP ISLAM SEBAGAI MAKELAR REZEKI MENUJU KESUKSESAN HIDUP



     Manusia di ciptakan di dunia ini sebagai makhluk yang paling sempurna bentuknya ( fi ahsani taqwim), yang di tugaskan untuk menyembah Allah dan menjauhi larangannya. Manusia merupakan makhluk jasmaniah dan rohaniah yang memiliki sejumlah kebutuhan sandang, pangan, papan, udara dan sebagainya. Guna memenuhi kebutuhan jasmaniah itu, manusia bekerja dan berusaha walaupun tujuan itu tidak semata-mata hanya untuk kebutuhan jasmaniah saja1
      Kebutuhan-kebutuhan itu tidak sendirinya dapat terpenuhi. Maka, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Manusia harus berusaha memperoleh pemenuhan kebutuhan itu melalui usaha dan bekerja. Bekerja adalah fitrah dan sekaligus merupakan salah satu identitas manusia, sehingga bekerja yang di dasarkan pada prinsip-prinsip iman tauhid, bukan saja menunjukkan fitrah seorang muslim, tetapi sekaligus meninggikan martabat dirinya sebagai hamba Allah.2
      Manusia tidak bisa lepas dari pekerjaan. Manusia di ciptakan oleh Allah bukan hanya sebagai hiasan pekerjaan saja, tetapi juga makhluk yang harus bekerja dan berusaha, dengan kemampuan yang telah Allah berikan kepada pribadi setiap insane. Bukan hanya sekedar bekerja untuk mengabdi kepada Allah, namun juga bertujuan untuk mempertahankan hidup agar lebih baik. Maka manusia di haruskan untuk memiliki etos kerja yang tinggi yang tentunya menurut konsep ajaran agama islam. Sehingga setelah ia memiliki etos kerja yang, maka pekerjaannya itu tentunya menjadi sumber penghasilan bagi dirinya dan insyaAllah menjadi  makelar rezeki bagi orang lain.

           1Faqih, Aunur Rohim, Bimbingan dan Konseling dalam Islam, (Yogyakarta: UII Press, 2001), h.116
           2Toto Tasmara, Etos Kerja Pribadi Muslim, (Yogyakarta: PT. Dana Bhakti Prima Yasa, 1995), h.2

      Tujuan bekerja setiap orang berdeda-beda, tergantung pada niatnya. Sebagian orang tidak menghadirkan rasa relihius dalam niat bekerjanya akan berakibat tidak merasa bahagia dalam bekerja, mereka hanya mendapat tujuan dari bekerjanya atau cukup secara jasmani namun tidak batinnya
      Etos kerja di tanamkan dalam diri seorang muslim untuk menghadapi kahidupan yang lebih baik dan mengabdi kepada Allah. Selain itu juga untuk menghadapi era pasar bebas, yang mana umat Islam harus bersaing atau berkompetisi untuk mempertahankan hidup dan memperoleh kelayakan hidup dengan kemampuan dan etos kerja yang tinggi.
      Menurut penulis, kiranya menghadapi pasar bebas, umat manusia harus meningkatkan etos kerja yang dimilikinya, sebab jika hal ini tidak dilakukan oleh umat islam khususnya di Indonesia, maka umat islam akan terpinggirkan. Karena era pasar bebas sudah Nampak di depan mata . sebuah era yang mengharuskan setiap orang berkompetisi untuk dapat mempertahankan hidupnya dan memperoleh kelayakan hidip di dunia dengan menggunakan skill dan pengatahuan yang mumpuni sehingga dapat menikmati fasilitas yang memadai.
      Setelah seorang muslim tersebut memiliki etos kerja yang tinggi dan dapat bersaing di era pasar bebas nanti, tentunya itu akan mengantarkannya pada kesuksesan hidup di dunia. Setelah ia memiliki kesuksesan hidup di dunia, dalam arti menjadi orang yang mampu, maka seorang muslim itu memiliki satu kewajiban lagi yaitu menjadi makelar rezeki bagi orang disekitarnya. Sebagai mana di jelaskan dalam hadist Rsulullah Saw yang artinya “sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang member manfaat untuk orang lain.”
      Makelar rezeki itu ibarat magnet yang mampu menarik hal-hal positif di sekitarnya. Ia memiliki kekuatan, ia memiliki pengaruh yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat makelar rezeki itu iibarat “sekelar” yang bisa menyalakan lampu, menghidupkan sesuatu yang sudah mati sehingga mampu menerangi sekitarnya. Makelar rezeki itu konektor yang mampu menghubungkan satu dengan yang lain. Mengalirkan sesuatu yang tersumbat, memperlancar keadaan, dan melakukan hal-hal yang saling menguntungkan.
Jadi, jika kita memiliki etos kerja yang tinggi di tambah lagi kita bisa menjadi makelar rezeki bagi orang lain, insyaAllah jalan menuju kesuksesan hidup sangat mudah sekali. Kesuksesan hidup disini bukan hanya sukses hidup di dunia, namun juga sukses di kehidupan akhirat kelak. Pahala itulah yang akan menolong kita menuju sukses di akhirat nanti.


1. pengertian etos kerja
    Secara etimologis kata etos berasal dari bahasa yunani, yaitu sethos yang berarti: sikap, kepribadianb, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu.3 Menurut John M Echols dan Hasan Shadily ethos adalah “jiwa khas suatu bangsa”,4 dimana sikap ini tidak saja di miliki oleh individu, tetapi juga oleh kelompok bahkan masyarakat. Etos di bentuk oleh berbagai kebiasaan, pengaruh budaya, serta system nilai yang meyakininya. Dari kata etos ini, di kenal pula kata etika, etiket yang hampir mendekati pengertian akhlak atau nilai-nilai yang berkaitan dengan baik-buruk (moral).
               Hal ini berarti , etika berkaitan dengan nilai-nilai  tata cara hidup yang baik , aturan hidup yang baik  dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan  dari satu orang keorang yang lain  atau dari satu generasi ke generasi yang lain . Kebiasaan ini  lalu terungkap dalam perilaku berpola  yang terus berulang  sebagai suatu kebiasaan.4
Menurut H. Toto Tasmara , etos adalah  suatu yang diyakini , cara berbuat, sikap serta persepsi  terhadap nilai kerja . Dari kata atos , maka lahirlah apa yang disebut  dengan “ ethic “ yaitu pedoman,  moral dan perilaku  atau dikenal pula  dengan istilah etiket  yang artinya  cara bersopan santun.5
                 Sedangkan secara terminology  kata etos diartikan  sebagai suatu aturan  umum , cara hidup, tatanan dari perilaku atau sebagai jalan hidup dan seperangkat aturan  tingkah laku  yang berupaya  untuk mencapai kualitas  yang sesempurna mungkin.6
                 Kata kerja dari KBBI  artinya adalah  kegiatan  melakukan sesuatu.7 Kerja adalah  suatu  usaha  yang dilakukan seseorang , baik sendiri  atau bersama  orang lain, untuk memproduksi  suatu komoditi  atau memberikan jasa.8 sedangkan menurut toto tasmara, kerja adalah suatu upaya yang sungguh-sungguh, dengan mengerahkan seluruh asset, piker dan zikirnya untuk mengaktualisasikan atau menampakkan arti dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang terbaik (khairul ummah).9
Apabila etos di hubungkan dengan kerja, maka maknanya menjadi lebih khas. Etos kerja adalah kata majemuk yang terdiri dari dua kata dengan arti yang menyatu. Dua makna khas itu adalah semangat bekerja, dan keyakinan seorang atau kelompok. Selain itu juga sering diartikan sebagai setiap kegiatan manusia yang dengan sengaja diarahkan pada suatu tujuan tertentu. Tujuan itu adalah kekayaan manusia itu sendiri, entah itu jasmani maupun rohani atau pertahanan terhadap kekayaan yang telah diperoleh.

2. Etos kerja dalam konsep islam
Menurut Dr. Musa asy’ari, etos kerja yang Islami sejatinya rajutan nilai-nilai kekhalifahan dan kehambaan yang membentuk pribadi muslim. Nilai-nilai kekhalifaan bermuatan kreatif, produktif, inovatif berdasarkan pengetahuan konseptual, sedangkan nilai-nilai kehambaan bermuatan moral, taat dan patuh pada hokum agama dan masyarakat.10
Etos kerja merupakan hal yang berkaitan dengan nilai kejiwan seseorang, hendaknya setiap pribadi muslim harus mengisinya dengan kebiasaan-kebiasaan positif, dan menghasilkan pekerjaan yang terbaik, sehingga nilai-nilai yang diyakininya dapt diwujudkan. Etos juga menunjukkan sikap dan harapan seseorang (raja’).11 secara hakiki bekerja bagi seorang muslim adalah ibadah, bukti pengabdian dan rasa syukurnya untuk mengolah dan memenuhi panggilan Ilahi agar mampu menjadi yang terbaik karena mereka sadar bahwa bumi di ciptakan sebagai ujian bagi mereka yang memiliki etos yang terbaik. Sebagaimana firman Allah:


Artinya : “sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar kami menguji mereka siapakah diantara mereka yang terbaik perbuatannya.” (Q.S al_kahfi: 7)15
Ayat ini juga mengetuk pribadi setiap musli untuk mengaktualisasikan etos kerja dalam bentuk mengerjakan segala sesuatu dengan kualitas yang tinggi.
Manusia adalah makhluk pekerja. Dengan bekerja manusia akan mampu memenuhi segala kebutuhannya agar tetap bertahan hidup. Karena itu, bekerja adalah kehidupan. Sebab melalui pekerjaan itulah, sesungguhnya hidup manusia bisa lebih berarti. Manusia harus bekerja dan berusaha sebagai manifestasi kesejahteraan hidupnya demi menggapai kesuksesan dan kebahagiaan hakiki, baik jasmaniah maupun rohaniah, dunia dan akhirat. Namun bekerja tanpa dilandasi dengan semangat dan niat yang kuat untuk mencapai tujuan serta mencari keridhaan Allah SWT tentu saja akan sia-sia atau tidak bernilai. Al-Qur’an telah menegaskan bahwasanya yang perlu dicari adalah keutamaan dan keridhaan.


Artinya: “Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya         karena mencari keridaah Allah , dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba_Nya”. (Q.S. al-baqarah:207)11


Etos kerja dalam Al-Qur’an inilah yang seharusnya bisa diterapkan dalam bekarja sehari-hari manusia. Sebagaimana firman Allah :


Artinya: “Dan perbuatan dosa tinggslkanlah”. (Q.S al-Muddatstsir: 5)12

Ayat diatas mencerminkan salah satu etos kerja Qur’ani yang harus meninggalkan dosa atau perbuatan yang jelek. Seperti, korupsi, berbohong, meninggalkan kewajiban kita sebagai umat Islam(yaitu shalat).
Deari pendapat diatas, maka dapat penulis simpulkan bahwa etos kerja Islam adalahg kerakter atau kebiasaan manusia dalam bekeerja yang bersumber pada keyakinan atau aqidah islam yang didasarkan pada AL-Qur’an dan sunnah. Manusia bekerja bukan hanya bertujuan untuk meraih kesukisesan hidup di dunia saja, tetapi bekerja itu berhubungan langsuung dengan Allah sebagai ibadah jika diniatkan dengan benar. Etos kerja dilakukan dengan dasar iman, dan hanya mengharap ridha-Nya.
         

3. Makelar rezeki sebgai hasil dari etos kerja

Sebelum penulis membahas mengenai hubungan makelar rezeki dan etos kerja, penulis akan menjelaskan terlebih dahulu arti dari makelar rezeki itu terlebih dahulu.
Makelar rezeki meurut Jamil Azzaini di dalam bukunya yang berjudul Makelar Rezeki: Rahasia Penyalur Energi Sukses dan Mulia, mengatakan bahwa makelar rezeki adalah sebuah perbuatan kecil yang kita lakukan yang bisa mengubah kehidupan dunia khususnya kehidupan orang-orang disekitar kita, kearah yang lebih baik lagi. yang secara tisdak langsung perbuatan kita dapat menginspirasi orang-orang disekitar kita untuk bekerja guna mencapai kesejahteraan hidup.13
Sesungguhnya apa yang kita lakukan, sekecil apapun itu, mempunyai dampak yang besar bagi seluruh alam semesta. Edward Norton Lorenz melakukanh penelitian pada 1961. Dengan bantuan simulasi computer, Lorenz berusaha memprediksi kejadian cuaca. Lorenz membulatkan angka yang diperolehnya kedalam bilangan decimal 0,506.
Namun ketika memasukkan bilangan decimal yang lebih lengkap, yakni 0,506127, Lorenz mendapatkan hasil yang benar-benar berbeda. Yang kemudian mengejutkannya adalah nilai decimal terkecil yang ia masukkan ke simulasi tersebut dalam praktiknya setara dengan sebuah kepakan sayap kupu-kupu. Simulasi itu menunjukkan bahwa kepakan sayap kupu-kupu dapat mengakibatkan atau mencegah terjadinya badai tornado. Hasil temuan Lorenz tersebut selanjutnya diberi nama The Butterfly Effect.
Penelitian ini menambah keyakinan saya bahwa setiap yang kita pikirkan, apa yang kita lakukan, sekecil apapun, akan mempengaruhi kejadian di alam semesta ini, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Setiap kepakan kebaikan ataupun kepakan keburukan yang dilakukan seorang muslim, pasti akan memiliki efek bagi kehidupan banyak orang disekitar kita.
Hubungannya dengan etos kerja adalah makelar rezeki itu adalah sebagai hasil dari etos kerja. Artinya jika kita memiliki etos kerja yang baik, maka kesuksesan hidup akan kita dapatkan. Selanjutnya jika kita telah mencapai kesuksesan hidup kita, tentunya kita kan menginspirasi banyak orang dengan kesuksesan yang kita raih. Yang secara tidak langsung akan membuat oaring-orang disekitar kita berusaha untuk melakukan hal yang sama seperti yang kita lakukan, guna mencapai kesejahteraan hidupnya. Jika orang tersebut juga berhasil meraih kesuksesan hidupnya berkat inspirasi dari kita, maka kita berhasil merubah orang tersebut dan menjadi makelat rezeki baginya. Bayangkan saja jika kesuksesan serta sifat kita juga menjadi inspirasi banyak orang di dunia, maka kita berhasil merubah dunia dunia dengan kepakan kebaikan kecil yang kita lakukan.
Contoh yang lebih konkretnya adalah, seorang pengusaha. Yaitu pengusaha yang memiliki banyak karyawan yang berhasil mensejahterakan karyawannya, ia juga disebut sebagai makelar rezeki untuk seluruh karyawannya. Keberhasilan pengusaha tersebut tidak semata-mata terjadi begitu saja dan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tentu ada berjuangan yang lama dan tentunya membutuhkan etos kerja yang tinggi sampai ia bisa meraih keberhasilannya dengan memiliki banyak karyawan. Karena da sebuah kata motivasi yang pernah saya dengar yaitu, “jika kamu ingin sejahtera, maka sejahterakan dulu kayawanmu”. Tak heran kalau banyak pengusaha yang berhasil ternyata pengusaha yang memiliki banyak karyawan dan berhasil mensejahterkan seluruh karyawannya tersebut. Otomatis is juga sebagai makelar rezeki yantentunya memiliki kedudukan yang tinggi di mata Allah SWT dan mendapatkan pahala yang banyak pula. Karena ia sudah menjadi inspirator sekaligus penyalur rezeki kepada banyak orang.

4. kesimpulan
Sebagai umat muslim sudah sepantasnya kita mengimplementasikan sikap etos bekerja dalam pekerjaan atau kegiatan kita sehari-hari yang tentunya diikuti dengan niat yang tulus ikhlas hanya kepada Allah SWT. Sebab, jika  hal itu kita niatkan dengan baik, maka itu akan bernilai ibadah di mata Allah dan mendapat pahala yang setimpal. Etos kerja harus di lakukan oleh seluruh umat muslim karena hal tersebut akan mengantarkan kita kebada kedisiplinan dan patuh atas apa yang di perintahkan Allah dan apa yang dilarang Allah SWT. Jika etos kerja itu sudah benar-benar kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, maka secara langsung insyaAllah kebahagiaan serta kesuksesan hidup akan menyertai kita. Bukan hanya kebahagiaan jasmaniah saja karena otomatis jika kita menjadi orang yang sejahtera, maka seluruh keperluan jasmaniah kita akan tepenuhi, tetapi juga kebahagiaan rohani, karena kita bisa menikmati hasil dari kerja keras kita selama ini yang tentunya menerapkan prinsip etos kerja.  Kesuksesan yang akan menyertai kita jika kita etos kerja, bukan hanya kesuksesan hidup di dunia, tetapi kesuksesan hidup di akhirat kelak.
Setelah kita berhasil menerapkan etos kerja dalam kehidupan kita sehari-hari, bukan hanya kebahagiaan jasmaniah dan rohani, bukan hanya sekedar kesuksesan hidup didunia, tetapi hal tersebut akan menjadi ladang pahala bagi kita untuk bekal di akhirat kelak jika kita berhasil menginspirasi banyak orang disekitar kita dan menjadi makelar rezeki bagi mereka. Maka terus lah lakukan apa tyang bisa anda lakukan walaupun idu hanya kepakan kebaikan kecil, siapa tau hal kecil yang anda lakukan sekarang bisa mengubah dunia kelak.


*****************

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FORECASTING DAN ANALISIS PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KABUPATEN LINGGA TAHUN 2021

PART 1 Yang Terbaik Untuk Kita Tak Selalu Yang Kita Inginkan

PART 2 Yang Terbaik Untuk Kita Tak Selalu Yang Kita Inginkan