Pandemi Sebagai Jembatan Menuju
Tatanan Kehidupan baru di Era Revolusi Industri 5.0 (Perspektif Sistem
Pendidikan Indonesia)
Oleh: M. Taufiq Ramadhan
Pandemi Covid-19 mengakibatkan perubahan signifikan pada
setiap lini kehidupan masyarakat. Semua orang seketika dipaksa untuk
beradaptasi dengan kebiasaan yang baru. Tak terkecuali kegiatan belajar
mengajar di lembaga pendidikan. Seluruh institusi pendidikan harus ditutup
sampai dengan batas waktu yang ditentukan. Sistem pembelajaran yang awalnya
diadakan secara langsung, harus berubah drastis menggunakan sistem daring. Hal
tersebut tentunya menimbulkan berbagai problematika yang berdampak langsung
kepada seluruh civitas akademika. Banyak yang merasa dirugikan dengan adanya
kebijakan ini, dan tak sedikit yang justru malah diuntungkan.
Penelitian studi kasus dilakukan di Fakultas Teknik,
Universitas Katolik Darma Cendekia dengan tujuan untuk mengukur kepuasan
mahasiswa selama pembelajaran online. Hasilnya, seluruh atribut yang berjumlah
17 menunjukkan hasil gap yang bernilai negatif yang menunjukkan bahwa
kesenjangan antara persepsi dan harapan terjadi selama pembelajaran online.
Hasil menggunakan alat ukur yang lain juga menunjukkan bahwa atribut prioritas
yang harus diperbaiki adalah konsistensi dosen dalam memberikan kuliah secara
baik, dosen handal dalam penggunaan platform pembelajaran, merespon dengan
cepat dan efisien terkait kebutuhan mahasiswa dalam pembelajaran online,
mendorong dan memotivasi mahasiswa untuk belajar dengan baik selama proses
pembelajaran online, dan memahami kesulitan mahasiswa selama proses
pembelajaran online.[1]
Dalam penelitian yang lain
yang dilakukan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Papua Barat justru
setuju dengan pembelajaran ini. Penelitian dilakukan dengan menyebar kuisioner
dan didapat hasil bahwa mereka menganggap bahwa pembelajaran daring dapat
membantu mencegahpenyebaran Covid-19. Implementasi pembelajaran disana berjalan dengan
baik. Namun, ada beberapa hal yang menjadi kendala mereka yakni mengalami
Kesulitan finansial dalam memenuhi kebutuhan jaringan yang menjadi sarana wajib
untuk mengikuti pembelajaran dengan sistem ini.[2]
Sedangkan dari mini riset
yang kami lakukan pada 156 mahasiswa yang berkuliah di Kota Surabaya dan
sekitarnya menunjukkan hasil 82,7% (129 responden) lebih menyukai kuliah dengan
sistem offline dan 17,3% (27
responden) lebih menyukai kuliah denga n sistem online.[3]
Pada
dasarnya sistem pembelajaran secara daring memiliki tantangan dan peluang
tersendiri. Salah satunya adalah ketersediaan layanan internet. Data penelitian
menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengakses internet menggunakan
layanan seluler, sementara sebagian kecilnya menggunakan layanan WiFi. Pada
saat kebijakan belajar dari rumah untuk menekan penyebaran Covid-19 diberlakukan,
banyak mahasiswa yang memilih untuk pulang kampung. Mereka mengaku kesulitan
untuk mengikuti pembelajaran secara online karena tidak semua wilayah
kampong mereka mendapatkan sinyal seluler, jika pun ada, sinyal yang didapat
sangat lemah. Hal ini membuat mahasiswa terkadang terlambat mendapatkan
informasi perkuliahan dan mengumpulkan tugas kuliah.[4]
Namun
dibalik segala problematika diatas, perkuliahan secara daring juga memiliki
berbagai dampak positif. Berdasarkan kuesioner yang penulis sebar, masih
terdapat mahasiswa yang kurang setuju pembelajaran tatap muka kembali diadakan
di tengah pandemi Covid-19 yang kian parah. Kebanyakan beralasan masih khawatir
akan risiko penularan virus Covid-19 saat berkuliah secara offline. Ada juga
yang berargumen bahwa sudah nyaman kuliah dengan sistem daring karena lebih
santai, fleksibel dan tidak membutuhkan biaya akomodasi yang besar. Selain itu
dengan melaksanakan kuliah tatap muka langsung di kampus otomatis juga harus
melaksanakan protokol kesehatan yang ketat sehingga membuat Mahasiswa tidak
nyaman berada di kelas.
Selain
itu sistem pembelajaran secara daring juga bisa membuka peluang bagi pelajar
atau mahasiswa untuk produktif walaupun hanya dari rumah. Mereka akan terbiasa multitasking
dan bisa mengeksplor banyak keahlian karena tidak terikat dengan sistem
yang mengharuskan mereka berada di kampus dan fokus kepada satu hal yang
dinilai membuang-buang waktu dimana waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk
melakukan hal lain. Sistem daring dianggap lebih efektif dan efisien karena
proses nya yang cepat dan tepat dengan memanfaatkan teknologi yang ada.
Menurut
penulis, sistem pembelajaran seacara daring yang telah dipraktekkan setahun
belakangan merupkan sebuah peluang emas di masa pandemi. Peluang tersebut harus
dimanfaatkan dan diteruskan guna menjadikan masyarakat Indonesia bisa bersaing
di era Revolusi Industri 5.0 atau disebut juga dengan era Society 5.0.
Tak
jauh berbeda dengan era sebelumnya yaitu Revolusi Industri 4.0 dimana dalam
bidang pendidikan, era ini merupakan respons terhadap kebutuhan-kebutuhan di
revolusi ini dimana teknologi dan manusia disesuaikan untuk menciptakan
peluang baru secara inovatif dan
kreatif. Era society 5.0 dalam bidang pendidikan memungkinkan para peserta
didik dalam proses pembelajaran menggunakan pembelajaran jarak jauh, karena
kembali lagi untuk peserta didik elajar secara fleksibel tidak mengenal ruang
dan waktu dan adanya atau tanpa pengajar.[5]
Pendidikan
dan teknologi saat ini bagaikan matahari dan bumi, dimana matahari sebagai
teknologi dan bumi sebagai pendidikan, dimana matahari yang menyinari bumi
untuk kelangsungan hidup manusia, kira-kira itu kalimat ungkapan yang tepat
untuk menggambarkan hubungan pendidikan dan teknologi saat ini.[6]
Dengan adanya sistem pembelajaran daring secara itdak
langsung mengharuskan peserta didik hingga orang tuanya untuk dapat menguasai
penggunaan teknologi masa kini agar bisa mengikuti proses pembelajaran dengan
baik. Bukan hanya dibidangpendidikan namun seluruh kalangan masyarakat hingga kepelosok
Desa mau tidak mau harus belajar cara pengopasian perangkat keras dan lunak
untuk mendukung aktifitasnya ditengah pandemi. Hal terebut bukan tidak mungkin
kan menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan
modern serta dapat bersaing secara global dengan dunia luar khususnya di era
revolusi industri 5.0.
Menjadi
bangsa yang maju dan modern nampaknya bukan suatu hal yang mustahil. Dapat
dilihat dari Pemerintah Indonesia sendiri salah satunya melalui Kementerian
Pendidikan Dan Kebudayaan yang mulai mengeluarkan kebijakan- kebijakan guna
memperiapkan genrasi muda menjadi generasi yang sia bersaing di era Revolusi
Industri 5.0. salah satunya program yang dicanangkan dan muli diimplementsikan
saat ini adalah program Merdeka Belajar. Dimana program ini memberikan
kebebasan pada peserta didik khuusnya mahasiswa untuk berfikir dan
mengembangkan minat, bakat dan keahlian masing-masing. Secara tidak lngsung
dengan adanya pandemi Covid-19 bisa menjadi jembatan menuju tatana kehidupan
baru yang lebih modrn di era Revolusi Industri 5.0 jika sistem belajar secraa
daring masih terus dilakukan walaupun sudah terbebas dari pandemi Covid-19.
DAFTAR PUSTAKA
Argaheni, Niken Bayu. 2020. A Systematic Review: The
Impact of Online Lectures during the COVID-19 Pandemic Against Indonesian
Students. PLACENTUM Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya, Vol.8 (2)
Firman, Sari Rahayu Rahman. 2020. Pembelajaran
Online di Tengah Pandemi Covid-
19. Indonesian Journal of Educational Science (IJES)
Volume 02.
Irawati, Desrina Yusi & Jonatan Jonatan. 2020.
Evaluasi Kualitas Pembelajaran Online Selama Pandemi Covid-19: Studi Kasus di
Fakultas Teknik, Universitas Katolik Darma Cendika. Jurnal Rekayasa Sistem
Industri. Vol.9 No.2.
Nur, Mochamad Ichsan & Ismail Marzuki. 2020. Evaluasi
Pendidikan Nasional Era Pandemi Bersandar Pada Chaos Theory. Tadarus Tarbawy,
Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan. Vol.2 No.2.
Sasikirana, Vania, Yusuf Tri Herlambang. 2020.
Urgensi Merdeka Belajar Di Era Revolusi Industri 4.0 Dan Tantangan Society 5.0.
Jurnal E-Tech Volume 08 Number02 2020 ISSN: Print 2541-3600– Online2621-7759
Yudiawan, Agus. 2020. Belajar Bersama Covid 19:
Evaluasi Pembelajaran Daring Era Pandemi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam
Negeri, Papua Barat. Jurnal Pendidikan Islam Al-Fikr. Vol.6 No.1
[1] Desrina Yusi Irawati, Jonatan Jonatan.
Evaluasi Kualitas Pembelajaran Online Selama Pandemi Covid- 19: Studi Kasus di Fakultas
Teknik, Universitas Katolik Darma Cendika. Jurnal Rekayasa Sistem Industri.
Vo.9 No.2. 2020
[2] Agus Yudiawan. BELAJAR BERSAMA COVID 19:
Evaluasi Pembelajaran Daring Era Pandemi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, Papua
Barat. Jurnal Pendidikan Islam Al-Fikr. Vol.6 No.1 2020.vvv
[3] Data mini riset respon mahasiswa terhadap
dibukanya lembaga pendidikan di tengah pandemi. Di dapat pada: https://bit.ly/2Zx6R9d
[4] Firman, Sari Rahayu Rahman, Pembelajaran
Online di Tengah Pandemi Covid-19, Indonesian vJournal of Educational Science (IJES) Volume 02, No
02 Maret 2020, hal.83
[5] Vania Sasikirana, Yusuf Tri Herlambang, Urgensi Merdeka Belajar Di Era Revolusi
Industri 4.0 Dan Tantangan Society 5.0, Jurnal E-Tech Volume 08 Number02 2020 ISSN: Print
2541-3600– Online2621-7759
[6] Ibid

Komentar
Posting Komentar